RusH-Hold your Fire (Kaset YESS-691)

Gambar

 

Kaset rilisan label progressive dari Bandung YESS dengan nomor seri 691, merupakan album studio RusH ke 12 dan dirilis pada tahun 1987.

Hold Your Fire  merupakan album terakhir Rush yang dirilis oleh PolyGram/Mercury diluar Canada, direkam di beberapa tempat, yaitu The Manor Studio di Oxfordshire, Ridge Farm Studio di Surrey, Air Studios di Montserrat dan McClear Place di Toronto.

Kecuali lagu “Force Ten” (Neil Peart & Pye Dubois) seluruh lyrics merupakan karya Neil Peart, dan untuk urusan musik dikerjakan oleh Geddy Lee dan Alex Lifeson.

Berbeda dengan susunan lagu aslinya di PH/CD, YESS menempatkan lagu ke 6 dan seterusnya pada Side A. Sementara lagu ke 1 s/d ke 5 ditempatkan pada side B.

Menggunakan pita maxell kaset ini sungguh cling meskipun sudah berusia lebih dari 25 tahun. Seperti lazimnya kaset rilisan YESS informasi pada sleeve sangat minimalis.

Dengan formasi:

  • Geddy Lee – bass guitar, synthesizers, vocals
  • Alex Lifeson – electric and acoustic guitars
  • Neil Peart – drums, percussion

Tracklist kaset ini adalah sebagai berikut:

Side A:

01 Lock and Key
02 Mission
03 Turn the Page
04 Tai Shan
05 High Water

Side B:

01 Force Ten
02 Time Stand Still
03 Open Secrets
04 Second Nature
05 Prime Mover

Gambar

Dipublikasi di kaset | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Queen-Queen II (1974)

Queen-Queen II
Rilis 8 Maret 1974
Direkam di Trident Studios dan De Lane Lea Music Centre, London
Produser oleh Roy Thomas Baker, Robin Cable dan Queen

Album kedua Queen ini IMHO merupakan album Queen paling tegas mengusung progressive Rock, nomor seperti White Queen (As It Began), The Fairy Feller’s Master-Stroke, serta The March of the Black Queen indikatornya

Aslinya dalam versi LP dibagi dalam 2 side, Side White (sebagian besar karya Bryan may) dan Side Black (karya Freddie Mercury). Dirilis 8 Maret 1974 dan direkam di Trident Studios, London dengan Co produser Roy Thomas Baker & Robin Cable. Dibuka dengan nomor instrumental berdurasi 1 menit 13 detik Procession yang di awali gedoran bass drum monoton disusul gitar Brian May sebagai pembuka dari “Father to Son” karya Brian May yang disajikan dalam vocal bersahutan Freddie Mercury dan Roger Taylor.

Setelah pada album terdahulu Roger Taylor menjadi lead vocal, maka di album ini pada lagu “Some Day One Day” giliran Brian May unjuk kebolehan dalam urusan vocal, sekaligus memamerkan kemampuan jenius Brian May dalam bermain gitar..simak type permainan gitar May pada lagu ini…kombinasi gitar akustik dan elektric, dan solo gitar terasa berlapis-lapis.
Roger Taylor seperti halnya album pertama juga tampil menjadi lead vocal untuk karyanya Sendiri “The Loser in the End”. saya sangat suka sekali dengan part gitar menyayat Brian May dengan latar belakang drum Roger Taylor.

Queen juga mahir dalam mengolah lagu yang terkesan sederhana “Nevermore”, meski hanya iringan piano, lagu ini sungguh membuat merinding dengan harmony vocal dari May, Mercury and Taylor.

Puncak dari album ini, menurut saya adalah The March of the Black Queen, IMHO inilah lagu Queen paling kental progressive rock nya, durasi lebih dari 6 menit, perubahan tempo, akrobat vocal…lengkaplah sudah kepuasan mendengar lagu ini….

Akrobat vocal dari para vocalis Queen kembali ditunjukkan dalam Funny How Love Is. Dan album seperti halnya album pertama mereka di tahun sebelumnya, ditutup dengan Seven Seas of Rhye, hanya kali ini bukan versi Instrumental, namun versi komplit.

Album ini pertama kali saya punya dalam format kaset seri Billboard Platinum Album tahun 1983 di Padang, CD pertama kali saya beli di tahun 1994 di Aldiron Blok M dan versi remaster 2011 (2 CD) saya beli di tahun 2011 di Musik + sarinah.

Diantara seluruh album Queen, album ini merupakan album paling saya sukai…

Tracklist
Side White
01 “Procession” (Bryan May)
02 “Father to Son” (Bryan May)
03 “White Queen (As It Began)” (Bryan May)
04 “Some Day One Day” (Bryan May)
05 “The Loser in the End” (Roger Taylor)

Side Black
06 “Ogre Battle” (Freddie Mercury)
07 “The Fairy Feller’s Master-Stroke” (Freddie Mercury)
08 “Nevermore” (Freddie Mercury)
09 “The March Of The Black Queen” (Freddie Mercury)
10 “Funny How Love Is” (Freddie Mercury)
11 “Seven Seas of Rhye” (Freddie Mercury)

Freddie Mercury – lead dan backing vocals, piano, harpsichord
Brian May – guitars, bells pada “The March of the Black Queen”, lead vocals on “Some Day One Day”, backing vocals, piano dan organ pada “Father to Son”
Roger Taylor – drums, gong, marimba, backing vocals, additional vocals pada “The March of The Black Queen”, lead vocals pada “The Loser in the End”
John Deacon – bass guitar, acoustic guitar
Roy Thomas Baker – castanets pada “The Fairy Feller’s Master-Stroke”, stylophone pada “Seven Seas Of Rhye”
Robin Cable – piano effects pada “Nevermore”

Gambar
Dipublikasi di Review Koleksi CD | Tag , | Meninggalkan komentar

Queen-s/t

Gambar

Queen
Rilis Juli 1973
Direkam di Trident Studios dan De Lane Lea Music Centre, London
Produser oleh Roy Thomas Baker (Roy Baker), John Anthony dan Queen
warna: Hard Rock, Early heavy Metal, Progressive Rock

Album pertama Queen ini masih terasa campur aduk, seolah pencarian jati diri Queen akan warna musik mereka. Warna Hard Rock, early Heavy Metal dan progressive rock berpadu pada album ini.
dibuka dengan sebuah nomor Hard Rock berdurasi 3 menit 47 detik yang ditulis oleh Brian May “Keep Yourself Alive”, album ini seolah akan sama dengan band hardrock lain yang meraja lela di tahun 1973,  namun pada lagu ke dua “Doing All Right” karya Brian May dan Tim Staffell saat masih bersama Smile (band Brian May sebelum Queen), terasa ada perbedaan Queen dengan band Hard Rock lainnya, lagu ini mengalami perubahan tempo beberapa kali, dari ballads ke warna acoustic guitars dan berubah liar layaknya heavy metal. Disini juga dapat disimak permainan Brian May pada piano.
Lagu berikutnya “Great King Rat” karya Freddie Mercury kembali memunculkan warna hard rock yang kelak akan dikenal sebagai Queen’s earliest sound, Solo gitar May dengan koor khas Queen.
Freddie Mercury juga memamerkan kemampuan bermain piano pada lagu karyanya sendiri “My Fairy King” (nantinya hampir seluruh piano pada lagu Queen dimainkan oleh Freddie Mercury).
Freddie juga meminjam beberapa bait dari Puisi Robert Browning’s “The Pied Piper of Hamelin”. Pada lagu ini melalui lirik “Mother Mercury”, inspirasi akan nama Mercury menggantikan Bulsara muncul. Lagu ini juga memunculkan Harmonisasi vocal antara Mercury, May dan Taylor yang luar biasa.
Selain pada “My Fairy King”, warna progressive rock dan psychedelic rock juga terdapat pada album ini, lewat “Liar” dan “Jesus”
Drummer Roger Taylor juga unjuk kemampuan bernyanyi lewat “Modern Times Rock ‘n’ Roll” pada lagu bertempo cepat yang kalau dicermati warna gitaran cepat ala thrash metal muncul dari lagu ini
Album ini ditutup dengan nomor instrumental pendek yang didahului dengan intro piano “Seven Seas of Rhye…”

Secara keseluruhan album perdana Queen yang meracik hard rock, early heavy metal dan progressive rock ini bukanlah sesuatu dobrakan baru pada saat itu, dimana dunia saat itu dibombardir oleh album hebat hard rock dan progressive. Namun album ini tetap layak untuk dimiliki.

Setlist

  1. Keep Yourself Alive (May)
  2. Doing All Right (May, Staffel)
  3. Great King Rat (Mercury)
  4. My Fairy King (Mercury)
  5. Liar (Mercury)
  6. The Night Comes Down (May)
  7. Modern Times Rock ‘n’ Roll (Taylor)
  8. Son and Daughter (May)
  9. Jesus (Mercury)
  10. Seven Seas of Rhye (Mercury)
  • Freddie Mercury – lead dan backing vocals, piano
  • Brian May – electric dan acoustic guitar, backing vocals, vocal bridge pada “Keep Yourself Alive”, piano pada “Doing All Right”
  • Roger Taylor – drums, backing vocals, lead vocals di “Modern Times Rock ‘n’ Roll”, vocal bridge pada “Keep Yourself Alive”, percussion
  • John Deacon – bass guitar
Dipublikasi di Review Koleksi CD | Tag | Meninggalkan komentar

Dream Theater Live in MEIS, Ancol, Jakarta

Dream Theater, ya band yang sangat dinanti kehadirannya di Indonesia, akhirnya menuntaskan hutangnya kepada penggemar di Indonesia….
Sempat merencanakan konser di pertengahan 2000 an namun dengan alasan travel warning, konser itu dibatalkan meskipun tiket sudah terjual.

Sabtu 21 April 2012, sejak sore area pantai Carnaval sudah dipenuhi orang-orang yang kebanyakan ber kaos hitam bersablonkan Dream Theater. Sejak pukul 17.30 antrian telah mengular kearah tangga mall baru Ancol Beach City tempat Mata Elang Indoor Stadium berada, meskipun informasinya pintu baru dibuka pukul 19.00, namun karena amburadulnya penataan maka waktu buka pintupun molor cukup lama. Sungguh menyiksa calon penonton yang antri berdiri. Untunglah beberapa space mall itu telah ada beberapa cafe/warung, saya pun memilih cangkruk gabung dengan beberapa temen di warung kopi.

Saat pintu di buka, panitia pun tampak tidak berdaya, tidak ada body checking maupun pemeriksaan barang bawaan (meskipun di pemberitahuan ada larangan membawa kamera dll), sehingga tidak ada filter lagi. Saat lolos dari gerbang, dan naik ke lt 3, juga terjadi bottle neck pada escalator, sehingga berpotensi chaos. Untunglah penonton konser Rock di Indonesia sudah terbiasa tertib, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bangunan di Ancol Beach City sendiri belum 100% rampung, sehingga masih berantakan, ditambah dengan tidak ada pemeriksaan maka penonton dengan tiket apapun leluasa kian kemari pindah posisi (kasihan yang udah beli tiket mahal, namun gak dapet tempat duduk).
Saya sendiri masuk ke festival, dan langsung disergap dengan suasana yang sejuk mak nyes…, Kelas festival yang cukup besar pun dipadati oleh ribuan penonton.

Dibuka dengan penampilan Andy McKee, gitaris yang bermain solo akustik dengan gitar double neck yang bisa berfungsi sebagai perkusi, bas, melodi dan ritem,

Andy McKee tampil cukup menarik, namun penonton bukan datang untuk dia, saat dia meletakkan gitar para penonton bertepuk tangan gemuruh mengira Dream Theater segera masuk, dan berubah menjadi teriakan “huuuuuuuuu” yang panjang ketika ternyata dia hanya mengganti gitar untuk memainkan lagu lainnya. hahahaha jan lucu polll

Akhir-nya sekitar 21:01 Dream Theater pun masuk, setelah didahului intro tapes dan suara sendawa yang menjadi bagian Brigdes in The Sky yang disambung dengan “6.00”. Kelar lagu 6.00 LaBrie pun menyapa penonton “..hello Jakarta” dan dilanjutkan dengan nomor “Build me Up, Break me Down”, “Surrounded” dan “The Root of all Evil”.

Pertanyaan apakah drummer baru Dream Theater bisa menggantikan Portnoy pun terjawab saat Mike Mangini melakukan drum solo. Adanya drum cam di peralatan drum Mike Mangini yang serem, sangat membantu penonton dalam menilai kehandalan Mangini. Bagaikan tarantula berkaki 8, Mangini memainkan drum dengan kecepatan Tarantula menyergap serangga.

(C) Katrin Bretscher

Setelah solo drum kemudian lanjut dengan “A Fortune in Lies” serta nomor progresif dari album baru “Outcry”.
Basa-basi sebentar untuk mendinginkan suasana, dua nomor akustik dimainkan duet LaBrie dan Petrucci, “Silent Man” dan “Beneath the Surface”Personil Dream Theater kembali tampil lengkap saat menngeber “On the Back of Angels”, War Inside my Head” dan”The Test that Stumped Them All”. Mungkin untuk memberi kesempatan Mangini istirahat, John Petrucci & Jordan Rudess melakukan solo.Setelah itu lagu yang ditunggu-tunggu pun datang “The Spirit Carries On” yang biasanya ada vocalis latar cewek, kali ini backing vocalnya adalah hampir seluruh penonton yang hadir..:)Setelah Breaking all Illusions Dream Theater pun pura-pura pamit dan teriakan we want more, demi moore, curanmor pun segera berkumandang. Dan sebagai encore Dream Theater pun menggeber “Pull me under”

Satu lagi konser yang bikin orgasme saya lakonin…penampilan prima, lighting yang luar biasa, sound yang lumayan menutup ketidak siapan panitia.
Konser ini juga menjadi ajang kumpul dengan temen-temen lama, yang kebanyakan sudah jarang nonton konser lagi.
Terima kasih DT, Variant dan rekan-rekan IDTFC, i-rock, m-claro, thelinks atas malam special itu

Setlist:

  • Dream Is Collapsing (Hans Zimmer song)
  • Bridges in the Sky
  • 6:00
  • Build Me Up, Break Me Down
  • Surrounded
  • The Root of All Evil
  • Mike Mangini Drum Solo
  • A Fortune in Lies
  • Outcry
  • The Silent Man
  • Beneath the Surface
  • On the Backs of Angels
  • War Inside My Head
  • The Test that Stumped Them All
  • The Spirit Carries
  • On Breaking All Illusions

Encore:

  • Pull Me Under

foto-foto dari

Dipublikasi di Concert | Tag , | 4 Komentar

Metalik Klinik I

Album Metalik Klinik I
Tahun 1997/2004
Rotorcorp/Musica
Diedarkan oleh Musica Studio’s

Tracklist:

01 Blue Khutuq-Ngerap
02 Betrayer-Bendera Kuning
03 Tengkorak-Konflik
04 Death Vomit-Gelap
05 Purgatory-Sakratul Maut
06 Banana Split-Supermen
07 Sic Mynded-Generasi Seks
08 Hellgods-Kabut Keabadian
09 Trauma-Ciptaan Keabadian
10 Mortus-Sesat
11 Jasad-Belenggu
12 Eternal Madness-Mati Rasa
13 De Produser-Cinta

Dipublikasi di Koleksi CD Indonesia | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Death Vomit-The Propechy

Album The Prophecy
Tahun 2006
Rottrevore Records

Tracklist:

01 Anthem To Hate
02 Flesh and Blood
03 Summon Infernal Spirit
04 Hatred Creation
05 Regorging the Decimated
06 At Your Dying Faith
07 Senseless Revenge
08 Beyond the Black
09 Criminally Insane (Slayer Cover )

merupakan album kedua Death Vomit setelah Eternaly Deprecated.

Pernah muncul juga dalam kompilasi Metalik Klinik I

Formasi pada album ini:

  • Sofyan Hadi (guitar & vocal)
  • Oki Haribowo (bass)
  • Roy Agus (drum)

http://www.myspace.com/deathvomit

Dipublikasi di Koleksi CD Indonesia | Tag , | Meninggalkan komentar

Sounds of Jogja

Album Sounds of Jogja
Tahun 2009
Forum Locstock Musik Indonesia Yogjakarta
Tracklist:
01 Glossosynthesis [Cranial Incisored]
02 Enigma Of The Sucker [Denda Omnivora & The White Liar]
03 Tangisan Alam [Dream Society]
04 Way To Back Home [Soul D’vest]
05 Bunuh Teman Bermuka Dua [Lex Luthor The Hero feat Didit]
06 Ngayogyakarta [SGPC Musik Budaya]
07 Masih Kerja [Dendang Kampungan]
08 Rock ‘n’ Roll Night [The Frankrover]
09 Man Machine [Coffin Cadillac]
10 05.00 A.M [LastElise]
11 Tanpamu [Tabung]
12 Seaweed [Lintang Enrico]
13 Rahayu [Sandalaras]
14 Let’s Join, Let’s Sing And Dance [Erwe]
15 Take Me Home [Lazy Room]
16 Amerika [Armada Racun]
17 Generasi Pemberang [Got Me Blind]
18 Garuda Patah Hati [Jamphe Jhonson]
19 120 [Jenny]
20 Cinta Elektrik [The Super Mario Bross]
21 Sak Karepmu [Something Wrong]
22 USD [Lolenlones]
23 Telephone [Discomojoyo]
24 Lalualang [Individual Live]
25 Good Boy But I’m Fucked [The Frankenstone]
26 The Place I Wanna Go [Risky Summerrbee & The Honeythief]
27 Fortune Teller Never Tell The Truth [Sleepless Angel]
28 Track 1 [Deadly Weapon]
29 Yang Tua Yang Mendua [Illegal Motives]
30 Monster [Captain Jack]
31 Stay In Your Wonderland [Amnesiac Syndrome]
32 Gisa-Gisa (Tarian Pengampunan) [Zoo]
33 My Flesh The Spawn And Gore Hound [Devoured]
34 Hari Hujan (versi Studio Rumah) [Belkastrelka]
35 Jane And The Rain [Kiki Salasita]
36 Suicide [Brutal Corpse]
37 Stellar [Oh, Nina!]
38 Wild Seahorses [The Southern Beach Terror]
39 Life For Nothing [Serigala Malam]
40 Mars Penyembah Berhala [Melancholic Bitch]
41 Satelit [Bangkutaman]
42 Beibeh [Devine]
43 Pantai Yang Indah [Ady Duri]
44 Cengengesan [Rescue]
45 Heaven Tonight [Sister Morphin]
46 Perempuan Malam [The Produk Gagal]
47 Jampey [Dizzymisslizzy]
48 Ingin Kamu [Display]
49 Anthem To Hate [Death Vomit]
50 A Song From Ordinary People [Strawberry’s Pop]
51 Conflict [Greensmokenoize]
52 Marlyn Monroe [Barbars]
53 Playboy Cap Jempol [Kornchonk Chaos]
54 Patriaki [Teknoshit]
55 Julia [Sophie]
56 Worm in Throat [Venomed]
57 One For A Brighter Future Pt.1 [Nervous]
58 Another Side Of Me [Morning Horny]
59 Peri Kecilku [Most Beat]
60 Your False Eulogy [Hands Upon Salvation]
61 Rain Of July [The Monophones]
62 Manics [Spider Last Moment]
63 Frozen Inside [Drosophila]
64 Kalah [Leaf]
65 Face The Dust [Dom 65]
66 Come And Dance [Marapu]
67 Sorry [Urban Vintage]
68 Bosan [Monrever]
69 Missed [Emelone]
70 Tong Setan [Sangkakala]
71 I’m A Sir [Frau]
72 Sumpah Sampah [SOAC]
73 Maka [Anggis Luka]
LOCSTOCK – Sebuah Forum untuk Musisi Jogja
walaupun Jogja hanyalah sebuah kota kecil yang jarak antar satu tempat ke tempat lain hanya dalam hitungan menit, namun diakui oleh banyak pihak bahwa sejak dulu Jogja dikenal sebagai kota yang kaya akan musisi dengan produksi karya yang berkualitas, penuh kreativitas, eksentrik dan berani punya karakter sendiri. Hal inilah yang kemudian menggugah sejumlah anak – anak iseng yang merupakan pengobrol sejati, pecinta dan pemerhati musik Jogja ini untuk membentuk sebuah forum ngobrol di Facebook, yang dinamai Locstock Forum, pada bulan April 2009. Nama Locstock sendiri diambil dari kata Local – Stock, yang dimaknai sebagai stok lokal /persediaan punya kita sendiri, yang dalam hal ini mengacu pada Jogja dan “harta karun” musiknya yang berlimpah.
Mengapa facebook? Alasannya simple, karena Facebook adalah ruang jejaring dunia maya yang menurut kami paling booming dan paling stabil dibanding yang lainnya. Harapannya, melalui jejaring maya, obrolan yang selama ini terjadi di dunia nyata di antara kami-kami ini dapat melibatkan lebih banyak pecinta musik Jogja dari kalangan yang lebih luas lagi tanpa ada batas jarak dan waktu. Visi yang dibawa Forum Locstock adalah untuk menciptakan suatu wilayah abu-abu dimana para pelaku dalam dunia musik di Jogja yang selama ini terkotak-kotak berdasarkan genre, komunitas maupun label bisa bersama-sama menemukan formula untuk mensejahterakan dirinya masing-masing pada khususnya, dan dunia musik Jogja pada umunya.
Dan tidak disangka, forum ini berhasil mengundang perhatian, dengan menjaring banyak member yang cukup aktif berdiskusi dalam berbagai topic bahkan mencipta topik. Tak ada gap, dalam forum ini, tua-muda, apapun background-nya boleh sumbang suara.
Atas usulan banyak member untuk LOCSTOCK melakukan “kopi darat” maka kami pindahkan lagi dari dunia maya ke dunia nyata. Kemudian diadakanlah acara gathering rutin setiap hari Minggu Sore di bulan Juni – Juli 2009 bernama Beautiful Sunday dengan format latihan terbuka untuk band-band Jogja yang terpilih via request member di forum.
Dalam perjalanannya, segerombol anak yang tadinya “iseng” ini kemudian menyadari bahwa sudah saatnya untuk tidak sekedar “iseng” dan ngobrol saja, tapi kami juga ingin berbuat sesuatu yang nyata untuk perkembangan musik Jogja. Tapi apa yang bisa kami lakukan ? kami bukan musisi, produser, record label, atau sejumlah profesi praktisi lainnya.
Akhirnya melalui berbagai rembugan, ide, usul, kritik, saran, kami sepakat untuk membuat sebuah acara, yang meliputi konsep pameran sekaligus festival, untuk mempresentasikan perjalanan dan perkembangan music Jogja kepada masyarakat yang lebih luas, yang kemudian kami namai LOCSTOCK FEST. Tetap dengan konteks LOCSTOCK sebagai Local Stock yang masih kami anggap relevan karena kami akan memamerkan rangkuman “harta karun” dunia musik lokal Jogja dalam acara tersebut.
Hal ini kemudian coba diinisiasikan kepada beberapa pelaku dan penggiat musik yang kami anggap punya peran besar dalam dunia musik Jogja untuk menjadi penasehat kami. Sebutlah yang hadir pada saat itu, Djaduk Ferianto (Kua Etnika, Music Producer,penyelenggara festival Ngayogjazz & Rendezvoices), Marzuki Mohammad (Jogja Hip Hop Foundations), Andi Memet (ShaggyDog Management, Dubyouth), Aji Wartono (Wartajazz, penyelenggara festival Ngayogjazz & Rendezvoices ), Pramudito (DAB magazines), Ojie Adrianto Subroto (Kongsi Jahat Syndicate), Ari Wulu (Urban Artist, Soundboutique), Wok The Rock (Yes No Wave Netlabel), Risky Summerbee (Dialectic Record, Risky Summerbee & The Honeythief), dan Dimas Widiarto (Indie-Pop Rising Club). Dalam pertemuan tersebut, teman – teman yang namanya tersebut diatas bersepakat untuk berpartisipasi dan mendukung dilaksanakannya program LOCSTOCK FEST ini.
Perhelatan akbar Locstock Fest 2009 “Harmonic Integration” yang akan digelar di Stadion Kridosono 13-15 November 2009 nanti dengan didukung oleh Sprite Sensasi Plong ini akan menampilkan 100 artist/musician/band/soloist Jogja yang bisa mewakili banyak genre, banyak jalur musik ( major label/indie label/DIY), dan banyak komunitas. Konsep performance pun akan beragam, beberapa penampil akan berkolaborasi secara cross-genre. Selain itu akan juga mengundang pelaku bisnis musik ( kursus musik, toko musik, dsb) komunitas musik dan kreatif yang punya hubungan hidup dengan dunia musik di Jogja dalam bentuk pameran music & creative booths. Dalam pameran ini komunitas didorong untuk membuat program per hari yang bisa menunjukkan kemudian kepada masyarakat sebagai audiens tentang potensi musik di Jogja.
Harapan kami, untuk jangka pendek LOCSTOCK FEST ini bisa menjadi ajang gathering musisi seJogja setiap satu tahun sekali karena LOCSTOCK FEST ini kami rencanakan sebagai acara tahunan, baik yang tua-muda, mayor-indie, pop – hardcore, untuk saling berbagi wawasan dan jejaring. Untuk jangka panjang dan kepentingan yang lebih luas, harapannya LOCSTOCK FEST bisa meningkatkan apresiasi masyarakat dan pemerintah terhadap dunia musik Jogja sehingga LOCSTOCK FEST sendiri bisa menjadi salah satu tolak ukur Jogja sebagai kota musik di mata nasional dan internasional.
Dan sebagai forum LOCSTOCK itu sendiri, kami membuka kesempatan sebesar – besarnya untuk teman – teman, siapapun anda, musisi, sound engineer, pemilik studio musik, record label, kursus musik, toko musik untuk bergabung, berdiskusi, atau bahkan berprogram bersama kami untuk sama – sama menggiatkan dunia musik Jogja di waktu – waktu mendatang.
Salam Musik Jogja!
LOCSTOCK FORUM
Dipublikasi di Koleksi CD Indonesia | Tag , , , | Meninggalkan komentar